Barana’ adalah nama sebuah desa di Toraja yang mempunyai peranan penting dalam pengembangan kepemipinan gereja dan masyarakat Toraja. Tempat ini dipilih oleh utusan zending Gereformeerde ZendingBond (GZB) menjadi rumah kediaman Pdt. J. Belksma yang tiba di Tana Toraja pada tahun 1916.

Sample image with caption

Bleksma (tengah), Tetua Adat, dan Guru

Beliau mendirikan Sekolah Guru (Noorma School) tahun 1948 dimana generasi pertama guru-guru di Tana Toraja dididik dan dipersiapkan. Selanjutnya menjadi Sekolah Guru Bawah (SGB) Kristen tahun 1951 dan disusul pembukaan Sekolah Guru Atas (SGA) Kristen di Rantepao tahun 1952. Sekolah Guru Atas Kristen ini oleh kebijakan Pemerintah Republik Indonesia berubah menjadi Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Kristen yang lokasinya berada di Asrama Elim Rantepao kemudian dikembalikan ke Barana’ dengan bangunan yang baru melalui bantuan Inter Cerkelijke Coordinatie Commisie Intwik Kelin Sprojecten (ICCO). Dengan pengalih fungsian SPG seluruh Indonesia, maka lokasi SPG Kristen Rantepao di Barana’ beserta semua aset dan personalia berdasarkan UU No. 2 Tahun 1989, PP No. 29 Tahun 1990, sejak 1 Januari 1993 menjadi SMU Kristen Status Diakui dan atas kerjasama Majelis Pendidikan Pusat Kristen (MPPK) dan Yayasan Perguruan Kristen Toraja dijadikan salah satu model untuk kawasan Indonesia Timur.

Oleh pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan menetapkan sebagai sekolah unggulan Sekolah pendidikan Guru (SPG) Kristen yang semula menempati Asrama Elim Rantepao, dipindahkan ke Barana’, menempati bangunan yang sampai sekarang digunakan oleh SMA Kristen Barana’. Sejak 1 Januari 1993 terjadi pengalihan dari SPG Kristen ke SMA Kristen. Atas kerjasama Yayasan Pendidikan Kristen Toraja (YPKT) dengan Majelis Pendidikan Pusat Kristen (MPPK), SMA Krisren Barana’ dijadikan salah satu model untuk kawasan Indonesia Timur. Dalam kongres MPPK XI di Tondano Manado menetapkan sejumlah paket-paket sekolah model di Indonesia antara lain paket untuk Pendidikan Kristen yang dikelola MPPK/PGI bersama YPKT/BPS, adalah SD V Rantepao yang baru tahap persiapan, SMP Kristen Pasele Rantepao yang juga baru tahap perintisan menuju pengembangan. Sementara itu, SMU Kristen Barana’ sudah harus dilaksanakan.

Jalan menuju Sekolah Pendidikan Guru tahun 1990

SMU model adalah SMU yang menggunakan kurikulum 1994 beserta supelemennya secara standar dengan pengelolaan efektif dan efisien serta diberikan sejumlah plus, denga menambahkan jumlah pelajaran tentang citra, intelektual, keterampian, dan muatan lokal. Sekolah model diupayakan dikelola secara profesional untuk mendapatkan mutu luaran yang mampu bersaing untuk memasuki perguruan tinggi yang berskala nasional maupun internasional dan mempersiapkan mereka untuk hidup mandiri, teruji dalam era global yang telah diamanatkan lewat Visi dan Misi. Kemudian Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan menetapkan SMA Kristen Barana’ sebagai salah satu Sekolah Unggulan pada tahun 2006 dengan SK Mentri Pendidikan Nasional No. 802.a/C4/MN2006 SMA Kristen Barana’ diproyeksikan menjadi salah satu Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dari 100 sekolah yang ada di Indonesia. SMA Kristen Barana’ telah menjadi genarasi tradisi Barana’ sebagai tempat didik pemimpin Gereja dan masyarakat. Dalam bahasa Toraja, ” Barana’ ” berarti pohon beringin yang menjadi lambang persatuan dan kepemimpinan yang mengayomi masyarakat. Pemimpin seperti itulah yang diharapkan muncul dari SMA Kristen Barana’.